Redaksi dan tinjauan: Tim Redaksi Kalkuzon
Kalkulator Dana Pensiun JHT BPJS (2026)
Perkirakan saldo dana pensiun JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda dari iuran 5,7% upah dan asumsi hasil pengembangan, untuk gambaran tabungan hari tua saat klaim nanti.
Kalkulator
Data
Upah pokok + tunjangan tetap, dasar perhitungan iuran JHT.
Lama Anda menabung JHT, antara 1 dan 40 tahun.
Asumsi Anda sendiri. Tidak dijamin BPJS.
Hasil
Perkiraan saldo JHT saat klaim
Rp 187.431.353
Total setoran iuran
Rp 109.440.000
Perkiraan hasil pengembangan
Rp 77.991.353
Iuran JHT per bulan (5,7%)
Rp 456.000
Hasil ini adalah perkiraan (estimasi), bukan janji. Tingkat hasil pengembangan JHT ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun dan tidak dijamin; angka di kalkulator hanyalah asumsi Anda. Perhitungan menganggap upah tetap dan belum memperhitungkan kenaikan gaji, pajak saat klaim, maupun inflasi. Cek saldo resmi lewat aplikasi JMO atau laman BPJS Ketenagakerjaan.
Apa yang dihitung kalkulator ini
Kalkulator dana pensiun JHT ini memproyeksikan perkiraan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) Anda di BPJS Ketenagakerjaan pada saat klaim nanti. Dari tiga angka — upah sebulan, masa kerja, dan perkiraan hasil pengembangan per tahun — kalkulator menghasilkan empat keluaran utama:
- Perkiraan saldo JHT saat klaim, yaitu kira-kira berapa dana yang terkumpul ketika Anda mencairkannya;
- Total setoran iuran, yakni akumulasi seluruh iuran 5,7% selama masa kerja, tanpa hasil pengembangan;
- Perkiraan hasil pengembangan, yaitu selisih antara saldo JHT dan total setoran — bagian yang "tumbuh" dari pengelolaan dana;
- Iuran JHT per bulan, yakni 5,7% dari upah yang masuk ke saldo Anda setiap bulan.
Alat ini berguna untuk membayangkan seberapa besar tabungan hari tua Anda dari program wajib BPJS Ketenagakerjaan. Hasilnya bersifat perkiraan (estimasi), bukan janji. Tingkat hasil pengembangan adalah asumsi yang Anda tentukan, dan saldo sebenarnya bisa berbeda.
Rumus dan dari mana tarifnya
Iuran JHT diatur dalam PP 46/2015 tentang Jaminan Hari Tua. Total iuran adalah 5,7% dari upah sebulan (upah pokok + tunjangan tetap), dengan rincian:
- 3,7% dibayar pemberi kerja;
- 2% dipotong dari gaji pekerja.
Seluruh 5,7% itu — baik bagian pemberi kerja maupun pekerja — masuk ke rekening JHT atas nama Anda. Inilah yang membedakan JHT dari potongan lain: ini tabungan, bukan biaya yang hilang. Tarif ini dikonfirmasi pada laman resmi BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk memproyeksikan saldo, kalkulator memakai rumus akumulasi dengan setoran di akhir tiap bulan (anuitas biasa) dan pemajemukan bulanan:
Saldo JHT = Iuran bulanan × [ ((1 + r)ⁿ − 1) ÷ r ]
dengan:
- Iuran bulanan = 5,7% × upah sebulan;
- r = perkiraan hasil pengembangan bulanan = (hasil pengembangan tahunan ÷ 100) ÷ 12;
- n = masa kerja dalam bulan = masa kerja (tahun) × 12.
Jika hasil pengembangan 0%, rumus menyederhana menjadi Saldo JHT = Iuran bulanan × n, karena tanpa pengembangan dana hanya terakumulasi.
Catatan penting: tingkat hasil pengembangan JHT ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun dan tidak dijamin. Historisnya berkisar di sekitar tingkat deposito atau sedikit di atasnya, tetapi bisa naik-turun. Karena itu, perlakukan persentase yang Anda isi sebagai asumsi yang bisa meleset, bukan kepastian.
Cara mengisi kolomnya
- Upah sebulan: masukkan upah pokok ditambah tunjangan tetap, sesuai komponen yang menjadi dasar iuran BPJS. Jangan memakai gaji bersih (take-home pay).
- Masa kerja (tahun): berapa lama Anda akan menjadi peserta JHT, antara 1 hingga 40 tahun. Misalnya, jika Anda kini berusia 36 tahun dan menargetkan pensiun di 56 tahun, isikan 20 tahun.
- Perkiraan hasil pengembangan per tahun: pilih asumsi tingkat pengembangan tahunan. Gunakan angka konservatif. Kalkulator otomatis mengubahnya menjadi tingkat bulanan.
Contoh perhitungan
1. Karyawan dengan upah Rp 8.000.000, masa kerja 20 tahun. Iuran bulanan = 5,7% × Rp 8.000.000 = Rp 456.000. Selama 240 bulan, total setoran iuran Anda Rp 109.440.000. Dengan asumsi hasil pengembangan 5% per tahun, perkiraan saldo JHT menjadi sekitar Rp 187.431.353, dengan perkiraan hasil pengembangan sekitar Rp 77.991.353. Terlihat bahwa pengembangan menambahkan hampir Rp 78 juta di atas iuran murni.
2. Upah lebih kecil, masa kerja lebih pendek. Upah Rp 5.000.000 dengan masa kerja 10 tahun menghasilkan iuran bulanan Rp 285.000 dan total setoran Rp 34.200.000. Pada asumsi hasil pengembangan 5,5% per tahun, perkiraan saldo JHT sekitar Rp 45.459.661, dengan hasil pengembangan sekitar Rp 11.259.661.
3. Masa kerja panjang, efek pemajemukan besar. Upah Rp 10.000.000 dengan masa kerja 30 tahun memberi iuran bulanan Rp 570.000 dan total setoran Rp 205.200.000. Pada asumsi hasil pengembangan 6% per tahun, perkiraan saldo JHT melonjak ke sekitar Rp 572.573.574 — hasil pengembangan sekitar Rp 367.373.574 bahkan melampaui total iuran yang disetor. Inilah kekuatan waktu dalam akumulasi dana pensiun.
4. Skenario tanpa hasil pengembangan (0%). Dengan upah Rp 8.000.000 dan masa kerja 20 tahun pada hasil pengembangan 0%, saldo JHT sama persis dengan total setoran, yaitu Rp 109.440.000, dan hasil pengembangannya Rp 0. Contoh ini menunjukkan kontribusi murni pengembangan pada contoh pertama.
Kesalahan umum
- Menganggap saldo JHT hanya berasal dari potongan gaji 2%. Banyak yang lupa bahwa porsi 3,7% dari pemberi kerja juga masuk saldo Anda, sehingga total yang menabung adalah 5,7%, bukan 2%.
- Mengira hasil pengembangan pasti tercapai. Tingkat pengembangan ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan tiap tahun dan tidak dijamin. Angka di kalkulator hanyalah asumsi yang bisa berbeda dari realisasi.
- Memakai gaji bersih sebagai dasar iuran. Iuran JHT dihitung dari upah pokok + tunjangan tetap, bukan dari take-home pay setelah potongan.
- Menyamakan JHT dengan JP (Jaminan Pensiun). JHT dibayarkan sekaligus (lump sum), sedangkan JP berupa manfaat bulanan dengan iuran 3% dan batas upah. Kalkulator ini hanya memproyeksikan JHT.
- Mengabaikan kenaikan upah dan pajak saat klaim. Perhitungan ini menganggap upah tetap. Dalam praktik, upah biasanya naik sehingga iuran ikut bertambah, dan pencairan JHT dapat dikenakan PPh sesuai ketentuan.
Kalkulator terkait
Untuk melihat seluruh potongan BPJS (JHT, JP, JKK, JKM) yang dipotong tiap bulan, gunakan Kalkulator BPJS. Untuk mengetahui berapa gaji yang benar-benar Anda terima setelah potongan iuran dan pajak, mulai dari Kalkulator Gaji Bersih. Dan untuk membandingkan akumulasi JHT dengan menabung mandiri di reksa dana atau instrumen lain, coba Kalkulator Investasi.
Kalkulator ini adalah simulasi akumulasi JHT yang bersifat informatif dan menampilkan perkiraan (estimasi), bukan janji. Tarif iuran 5,7% mengacu pada PP 46/2015 dan laman BPJS Ketenagakerjaan, tetapi tingkat hasil pengembangan ditetapkan BPJS tiap tahun dan tidak dijamin. Saldo sebenarnya bergantung pada hasil pengembangan resmi, perubahan upah, masa kepesertaan, serta pajak saat klaim. Untuk angka pasti, periksa saldo resmi Anda melalui aplikasi JMO atau laman BPJS Ketenagakerjaan, dan pertimbangkan berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk keputusan dana pensiun.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan paling umum tentang cara kerja kalkulator ini dan dari mana angkanya berasal.
Kalkulator terkait
Kalkulator lain dengan tema serupa atau yang biasa dipakai bersama.
Kalkulator Bunga Deposito + PPh Final
Hitung perkiraan bunga deposito berjangka dan potongan PPh final 20% (PP 131/2000), termasuk pengecualian pokok di bawah Rp 7,5 juta.
BukaKalkulator Investasi (Bunga Majemuk)
Hitung perkiraan nilai akhir investasi bunga majemuk dengan setoran awal dan rutin bulanan: lihat total setoran dan imbal hasil untuk reksa dana atau saham.
BukaKalkulator Zakat 2,5% (2026)
Hitung perkiraan zakat penghasilan dan zakat maal 2,5% memakai nisab BAZNAS 2026 (Rp7.640.144/bulan) dan nisab 85 gram emas untuk harta.
BukaKalkulator Cicilan Pinjaman 2026
Hitung perkiraan cicilan pinjaman bulanan dengan metode anuitas atau flat dari jumlah pinjaman, tenor, dan suku bunga. Lihat total bunga dan total pembayaran.
Buka