Pular para o conteúdo
Kalkuzon
Keuangan & cicilanDiperbarui: 11 Juni 2026

Redaksi dan tinjauan: Tim Redaksi Kalkuzon

Kalkulator Tabungan Target

Hitung berapa setoran rutin per bulan yang Anda butuhkan untuk mencapai target tabungan dalam jangka waktu tertentu, baik menabung biasa maupun dengan perkiraan imbal hasil.

Kalkulator

Data

Jumlah yang ingin Anda kumpulkan.

Rp

Saldo yang sudah Anda miliki sekarang. Boleh Rp 0.

Rp

Berapa lama Anda akan menabung.

0% untuk menabung biasa. Isi mis. 4% untuk deposito.

%

Hasil

Setoran per bulan yang dibutuhkan

Rp 2.083.333

Perkiraan setoran rutin selama 24 bulan (2 tahun) untuk mencapai target.

Total setoran Anda

Rp 50.000.000

Seluruh setoran bulanan yang Anda kumpulkan.

Perkiraan imbal hasil

Rp 0

Bagian target yang ditutup oleh imbal hasil.

Imbal hasil bulanan efektif

0%

Tingkat per bulan dari imbal hasil tahunan yang Anda isi.

Hasil ini adalah perkiraan untuk perencanaan, bukan janji. Angka imbal hasil adalah asumsi yang Anda tentukan; imbal hasil reksa dana atau saham berfluktuasi dan tidak dijamin, sedangkan bunga deposito relatif tetap (catatan OJK). Perhitungan belum memotong pajak, biaya, atau inflasi. Bila imbal hasil nyata lebih kecil dari asumsi, Anda mungkin perlu menambah setoran.

Apa yang dihitung kalkulator ini

Kebanyakan kalkulator menabung bekerja dari setoran ke saldo akhir: Anda isi berapa yang ditabung tiap bulan, lalu ia menebak hasilnya. Kalkulator tabungan target ini bekerja terbalik. Anda menetapkan dulu berapa target dana yang ingin dicapai dan kapan, lalu kalkulator menghitung berapa setoran rutin per bulan yang dibutuhkan untuk sampai ke sana.

Dari empat angka — target dana, dana awal yang sudah Anda miliki, jangka waktu dalam bulan, dan perkiraan imbal hasil per tahun — kalkulator menghasilkan:

  • Setoran per bulan yang dibutuhkan, yaitu jumlah rutin yang harus Anda sisihkan tiap bulan;
  • Total setoran Anda, yakni seluruh setoran bulanan yang terkumpul selama periode;
  • Perkiraan imbal hasil, yaitu bagian target yang ditutup oleh pertumbuhan bunga, bukan oleh uang Anda.

Alat ini cocok untuk tujuan keuangan yang punya angka dan tenggat jelas: dana darurat, uang muka rumah, biaya pernikahan, ongkos naik haji atau umrah, atau dana pendidikan anak. Semua hasilnya bersifat perkiraan untuk perencanaan, bukan janji.

Rumus dan sumber angkanya

Saat imbal hasil 0% (menabung biasa), rumusnya sederhana: kalkulator membagi rata sisa target ke seluruh bulan.

Setoran per bulan = (Target dana − Dana awal) ÷ Jumlah bulan

Saat ada perkiraan imbal hasil, sebagian target dipenuhi oleh bunga majemuk, sehingga setoran per bulan yang dibutuhkan menjadi lebih kecil. Untuk setoran di akhir setiap bulan (anuitas biasa / ordinary annuity), rumusnya:

Setoran per bulan = Sisa target × r ÷ [ (1 + r)ⁿ − 1 ]

dengan:

  • r = imbal hasil bulanan dalam desimal, yaitu (imbal hasil tahunan ÷ 100) ÷ 12;
  • n = jangka waktu dalam bulan;
  • Sisa target = Target dana − pertumbuhan dana awal, di mana pertumbuhan dana awal = Dana awal × (1 + r)ⁿ.

Jika dana awal (beserta pertumbuhannya) sudah menutup target, sisa target menjadi nol atau negatif dan setoran yang dibutuhkan adalah Rp 0.

Ini adalah matematika keuangan umum, bukan tarif yang diatur undang-undang, sehingga tidak ada angka resmi tunggal. Yang perlu diingat adalah asumsi imbal hasilnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat edukasi keuangan menegaskan bahwa imbal hasil produk seperti reksa dana dan saham berfluktuasi dan tidak dijamin, serta kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Bunga deposito relatif tetap, tetapi tetap perlu Anda cek ke bank. Perlakukan persentase di kalkulator ini sebagai asumsi yang bisa meleset.

Cara mengisi kolomnya

  • Target dana: jumlah yang ingin Anda kumpulkan di akhir periode.
  • Dana awal: uang yang sudah Anda miliki untuk tujuan ini sekarang. Boleh Rp 0 jika mulai dari nol.
  • Jangka waktu (bulan): berapa lama Anda akan menabung, antara 1 hingga 600 bulan (50 tahun).
  • Perkiraan imbal hasil per tahun: isi 0% untuk menabung biasa di rekening atau celengan. Isi angka seperti 4% jika dana ditaruh di deposito, atau asumsi yang realistis untuk reksa dana. Kalkulator mengubahnya menjadi tingkat bulanan secara otomatis.

Contoh perhitungan

1. Menabung biasa tanpa imbal hasil (0%). Anda ingin mengumpulkan Rp 50.000.000 dalam 24 bulan, mulai dari Rp 0, dan menabung di rekening biasa (0%). Kalkulator membagi rata: Rp 50.000.000 ÷ 24 = perkiraan Rp 2.083.333 per bulan. Total setoran Anda persis Rp 50.000.000 dan imbal hasilnya Rp 0.

2. Target sama, tetapi dengan imbal hasil 4%. Target dan jangka waktu sama (Rp 50.000.000 dalam 24 bulan), tetapi kini dana ditaruh di instrumen dengan perkiraan imbal hasil 4% per tahun. Karena sebagian target ditutup bunga, setoran per bulan turun menjadi sekitar Rp 2.004.579. Total setoran Anda sekitar Rp 48.109.907, sedangkan sisanya — sekitar Rp 1.890.093 — berasal dari perkiraan imbal hasil. Inilah cara imbal hasil meringankan beban menabung.

3. Sudah punya dana awal. Anda menargetkan Rp 100.000.000 dalam 36 bulan, sudah memiliki Rp 10.000.000, dan mengasumsikan imbal hasil 6% per tahun. Dana awal tumbuh menjadi sekitar Rp 11.966.805, sehingga sisa target tinggal sekitar Rp 88.033.195. Setoran per bulan yang dibutuhkan menjadi sekitar Rp 2.237.974, dengan perkiraan imbal hasil total sekitar Rp 9.432.923.

4. Target sudah tercapai dari dana awal. Anda ingin Rp 20.000.000 dalam 12 bulan, tetapi sudah memiliki Rp 25.000.000. Karena dana awal melebihi target, setoran rutin yang dibutuhkan adalah Rp 0 — kalkulator menandai "target tercapai dari dana awal".

Kesalahan umum

  • Mengira imbal hasil pasti tercapai. Persentase yang Anda isi hanyalah asumsi. Jika imbal hasil nyata lebih kecil, setoran yang ditampilkan jadi kurang dan Anda mungkin perlu menambah tabungan agar target tetap tercapai.
  • Menyamakan menabung dengan berinvestasi. Menabung biasa (0%) aman tetapi tidak melawan inflasi. Imbal hasil deposito relatif tetap; reksa dana atau saham bisa lebih tinggi tetapi berfluktuasi dan tidak dijamin.
  • Lupa memperhitungkan dana awal. Saldo yang sudah ada, ditambah pertumbuhannya, ikut menutup target. Mengabaikannya membuat perkiraan setoran terlalu besar.
  • Melupakan pajak, biaya, dan inflasi. Hasil ini nominal bruto. Bunga deposito kena PPh final, reksa dana punya biaya, dan nilai riil target bisa tergerus inflasi pada jangka panjang.

Kalkulator terkait

Jika Anda menabung lewat instrumen yang menghasilkan imbal hasil, bandingkan proyeksi pertumbuhannya dengan Kalkulator Investasi. Untuk simpanan berjangka di bank dengan bunga tetap dan pajak bunga, gunakan Kalkulator Bunga Deposito. Dan bila sebagian dana ditujukan untuk kewajiban tahunan, hitung dahulu dengan Kalkulator Zakat.

Kalkulator ini adalah alat bantu perencanaan yang menampilkan perkiraan, bukan rekomendasi atau jaminan. Sesuai edukasi keuangan OJK, imbal hasil investasi berfluktuasi dan tidak dijamin, dan kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Pahami profil risiko produk, cek suku bunga atau biaya ke lembaga keuangan resmi, dan pertimbangkan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Pertanyaan paling umum tentang cara kerja kalkulator ini dan dari mana angkanya berasal.

Diterbitkan: 11 Juni 2026 · Diperbarui: 11 Juni 2026

Nilai yang ditampilkan adalah perkiraan berdasarkan tabel dan tarif resmi yang berlaku umum, dan dapat berbeda dengan situasi Anda yang sebenarnya.

Kalkulator ini memberikan perkiraan umum dan bukan merupakan nasihat keuangan. Bunga, cicilan, dan ketentuan sebenarnya bergantung pada kontrak Anda dan kebijakan masing-masing lembaga. Sebelum menandatangani, konsultasikan dengan ahli (perencana keuangan, konsultan, atau lembaga keuangan terkait).

Kebijakan redaksi, data operator, dan jadwal pemutakhiran sumber dijelaskan dihalaman metodologi.