Redaksi dan tinjauan: Tim Redaksi Kalkuzon
Kalkulator PPh 21 TER & Progresif (2026)
Estimasi PPh 21 Anda dalam dua angka: potongan bulanan dengan tarif TER (Jan–Nov) dan PPh 21 setahun progresif Pasal 17 untuk penghitungan ulang Desember.
- Sumber: data resmi pemerintah
- Terakhir diverifikasi 13 Juni 2026
- Data Anda tidak dikirim — semua dihitung di browser Anda
Kalkulator
Masukan
Gaji pokok ditambah tunjangan dan komponen teratur lain.
TK = tidak kawin, K = kawin; angka = jumlah tanggungan (maks. 3).
Iuran JHT+JP yang dipotong dari gaji Anda per bulan. Kosongkan jika tidak yakin.
Rincian
PPh 21 bulanan (TER)
Rp200.000
PPh 21 setahun (progresif)
Rp3.000.000
Perkiraan PPh 21 dengan tarif TER (PP 58/2023) dan tarif progresif Pasal 17 UU HPP 2021, mengasumsikan penghasilan teratur 12 bulan. Angka final pada slip gaji dan bukti potong 1721-A1 bisa berbeda.
Jawaban langsung
Kalkulator ini memperkirakan PPh 21 karyawan dalam dua angka: potongan bulanan dengan Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PP 58/2023 dan PPh 21 setahun dengan tarif progresif Pasal 17 UU HPP (5%–35%). Rumus tahunan: PKP = bruto setahun − biaya jabatan − iuran pensiun − PTKP (TK/0 Rp54.000.000), lalu dikenakan tarif berjenjang sesuai aturan DJP.
| Item | Nilai |
|---|---|
| PTKP TK/0 (setahun) | Rp54.000.000 |
| Tambahan PTKP kawin / per tanggungan (maks 3) | Rp4.500.000 |
| Biaya jabatan | 5% dari bruto, maks Rp6.000.000/tahun |
| Tarif progresif lapisan 1 (PKP ≤ Rp60 juta) | 5% |
| Tarif progresif lapisan tertinggi (PKP > Rp5 miliar) | 35% |
Apa yang dihitung
Kalkulator ini memperkirakan PPh 21 atas penghasilan karyawan dalam dua bentuk sekaligus. Pertama, PPh 21 bulanan memakai Tarif Efektif Rata-rata (TER) yang dipotong setiap bulan Januari sampai November. Kedua, PPh 21 setahun memakai tarif progresif Pasal 17 — perhitungan inilah yang dipakai pemberi kerja sebagai penghitungan ulang (penyetahunan) pada bulan Desember atau pada bulan terakhir Anda bekerja.
Kedua angka itu ditampilkan berdampingan supaya Anda paham bahwa potongan bulanan (TER) sifatnya sementara, sedangkan angka progresif tahunanlah yang menjadi kewajiban pajak final. Pada akhir tahun, total TER yang sudah dipotong diperhitungkan sebagai kredit terhadap PPh 21 progresif; bila ada selisih kurang bayar atau lebih bayar, itu diselesaikan di slip Desember dan dilaporkan lewat bukti potong 1721-A1.
Semua hasil di sini adalah perkiraan (estimasi) untuk membantu Anda memahami slip gaji, bukan ketetapan pajak.
Rumus dan sumber angkanya
Penghitungan mengikuti aturan resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP):
- Tarif TER (bulanan). PPh 21 bulanan = tarif TER × penghasilan bruto bulanan. Tarif dibaca dari tabel kategori A, B, atau C sesuai status PTKP. Dasar: PP 58/2023 (lampiran, berlaku 1 Januari 2024).
- PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). TK/0 = Rp54.000.000 setahun, ditambah Rp4.500.000 jika kawin dan Rp4.500.000 per tanggungan (maksimal 3). Dasar: PMK 101/PMK.010/2016.
- Biaya jabatan. 5% dari penghasilan bruto, maksimal Rp6.000.000 setahun (atau Rp500.000 per bulan). Dasar: PMK 250/PMK.03/2008.
- Tarif progresif Pasal 17 (tahunan). Dikenakan berjenjang atas Penghasilan Kena Pajak (PKP): 5% sampai Rp60 juta, 15% untuk >Rp60 juta–Rp250 juta, 25% untuk >Rp250 juta–Rp500 juta, 30% untuk >Rp500 juta–Rp5 miliar, dan 35% di atas Rp5 miliar. Dasar: UU 7/2021 (UU HPP), Pasal 17 ayat (1) huruf a.
Untuk versi tahunan: penghasilan bruto setahun = bruto bulanan × 12; dikurangi biaya jabatan dan iuran pensiun/JHT pekerja untuk memperoleh penghasilan neto; lalu dikurangi PTKP. Hasilnya, PKP, dibulatkan ke bawah ke ribuan penuh sebelum dikenakan tarif progresif.
Cara mengisi
- Penghasilan bruto per bulan. Isi gaji pokok ditambah tunjangan teratur. Jangan masukkan komponen tidak tetap seperti bonus atau THR di sini.
- Status PTKP. Pilih TK atau K (tidak kawin/kawin) dan jumlah tanggungan. Status ini menentukan PTKP sekaligus kategori TER (A untuk TK/0, TK/1, K/0; B untuk TK/2, TK/3, K/1, K/2; C untuk K/3).
- Iuran pensiun/JHT pekerja (opsional). Isi bagian iuran yang dipotong dari gaji Anda (JHT 2% + JP 1% bagian pekerja) bila ingin penghitungan tahunan lebih teliti. Kosongkan (biarkan 0) jika tidak yakin.
Contoh perhitungan
- TK/0, bruto Rp10.000.000/bulan. TER kategori A pada Rp10 juta = 2%, sehingga potongan bulanan ≈ Rp200.000. Secara tahunan: bruto Rp120 juta − biaya jabatan Rp6 juta = neto Rp114 juta; dikurangi PTKP Rp54 juta = PKP Rp60 juta; pajak progresif 5% × Rp60 juta = Rp3.000.000 setahun, atau ≈ Rp250.000/bulan.
- TK/0, bruto Rp30.000.000/bulan. TER kategori A = 12%, potongan bulanan ≈ Rp3.600.000. Tahunan: bruto Rp360 juta − biaya jabatan Rp6 juta = neto Rp354 juta; − PTKP Rp54 juta = PKP Rp300 juta; pajak berjenjang (5% + 15% + 25%) = Rp44.000.000 setahun. Di sini PKP menembus lapisan ketiga (25%).
- K/1, bruto Rp8.000.000/bulan, iuran pekerja Rp200.000/bulan. TER kategori B = 1%, potongan bulanan ≈ Rp80.000. Tahunan: bruto Rp96 juta − biaya jabatan Rp4,8 juta − iuran Rp2,4 juta = neto Rp88,8 juta; − PTKP K/1 Rp63 juta = PKP Rp25,8 juta; pajak 5% × Rp25,8 juta = Rp1.290.000 setahun.
Kesalahan umum
- Menyamakan potongan TER bulanan dengan pajak final. TER hanya angka pemotongan Jan–November; kewajiban final dihitung progresif di Desember. Angka keduanya bisa berbeda.
- Memakai gaji bersih sebagai dasar. Dasar PPh 21 adalah penghasilan bruto, bukan gaji yang sudah dipotong.
- Salah status PTKP. Status mengikuti keadaan awal tahun pajak; menambah tanggungan di atas tiga tidak menambah PTKP.
- Mengira biaya jabatan tanpa batas. Biaya jabatan dibatasi Rp6.000.000 setahun, sehingga untuk gaji tinggi nilainya tidak naik lagi melebihi batas itu.
- Mencampur iuran bagian pekerja dan bagian pemberi kerja. Hanya iuran yang dipotong dari gaji Anda yang menjadi pengurang.
Kalkulator terkait
- Kalkulator Gaji Bersih — gabungan potongan PPh 21 dan BPJS dari gaji kotor.
- Kalkulator THR — perkiraan Tunjangan Hari Raya dan dampaknya pada penghasilan.
- Kalkulator BPJS — rincian iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan pekerja serta pemberi kerja.
- Kalkulator PPh Final UMKM — tarif PPh final 0,5% untuk pelaku usaha kecil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan paling umum tentang cara kerja kalkulator ini dan dari mana angkanya berasal.
Kalkulator terkait
Kalkulator lain dengan tema serupa atau yang biasa dipakai bersama.
Kalkulator PPh Final UMKM 0,5% (2026)
Cara menghitung PPh final UMKM 0,5% (PP 55/2022) per bulan dan per tahun — otomatis memperhitungkan omzet bebas pajak Rp500 juta untuk orang pribadi.
BukaKalkulator PPN 2026: Tarif Efektif 11% & 12%
Perhitungan PPN tahun 2026: tarif efektif 11% (barang umum) dan 12% (barang mewah) sesuai PMK 131/2024 — tambah PPN ke harga atau keluarkan dari harga total.
BukaKalkulator PPh 23 (2026): Tarif 2% & 15%
Hitung potongan PPh Pasal 23 dari nilai bruto: 2% untuk sewa dan jasa, 15% untuk dividen, bunga, royalti, dan hadiah — tarif 100% lebih tinggi tanpa NPWP.
BukaKalkulator Pajak Kendaraan (2026)
Perkirakan pajak kendaraan tahunan: PKB pokok, opsen 66%, dan SWDKLLJ untuk motor atau mobil. Mendukung tarif DKI Jakarta dan provinsi lain (UU HKPD).
Buka